Home » » Asnat Bell, Guru Honorer yang Digaji Rp 50 Ribu per Bulan Dipecat

Asnat Bell, Guru Honorer yang Digaji Rp 50 Ribu per Bulan Dipecat

Written By demi anak on Rabu, 31 Juli 2013 | 23.20

Akhirnya jadi HOT THREAD per hari ini 01/08/2013
Terima Kasih KASKUS yg telah menjadikan HOT THREAD,

semoga makin banyak yg peduli akan nasib para Guru terutama yg di tempat terpencil, Pahlawan tanpa tanda jasa yg berjuang mencerdaskan bangsa

Jika ada yg ingin menyumbang utk ibu Asnat Bell bisa langsung tanyakan rekeningnya ke @1000_guru



UPDATE PAGI INI 01/08/2013
Asnat Bell sudah boleh kembali mengajar di sekolah tsb dan Gaji nya naik dari 50rb menjadi 100rb


berikut status dari twitter @1000_guru per 01/08/2013

1000_guru ‏@1000_guru 53m
SMS Kepala Sekolah B.T pagi ini " Saya sudah suruh kasih tau ibu Asnat untuk masuk kembali, karena saya ada urusan didinas UPTP"

1000_guru ‏@1000_guru 1h
Selamat Pagi, saatnya menungu kabar apakah Asnat mengajar kembali pagi ini ---

1000_guru ‏@1000_guru 11h
Gaji Asnat Bell per Juli 2013 naik menjadi 100 ribu -- yang sebelumnya 50 ribu -- Alhamdulillaaaaaah )

1000_guru ‏@1000_guru 11h
Kita tunggu besok pagi, apakah Asnat Bell dipanggil untuk mengajar kembali atau kepala sekolah berubah pikiran lagi .. wait and see

1000_guru ‏@1000_guru 11h
"Bagus pak kalo begitu, dan jangan dipermasalahkan bila ada orang yang memberi dan membantu pada Asnat dan guru honor lain disekolah bpk"

1000_guru ‏@1000_guru 11h
"Iya, Asnat akan saya persilahkan untuk mengajar anak-anak kembali ..." Jawab Kepala Sekolah

1000_guru ‏@1000_guru 12h
Udah mulai melunak dan bisa diajak bicara baik-baik Kepsek Asnat Bell ----


status dari twitter @1000_guru per 31/07/2013

1000_guru ‏@1000_guru 13h
"Alasannya kenapa Asnat Bell di berhentikan bapak? -- " Alasan ada Ibu, dan alasan itu, ibu tidak perlu tau " Jawabnya -- tut--tut

1000_guru ‏@1000_guru 13h
Ini Kepala sekolah Mbulet ngomongnya, Kenapa Asnat Bell Bapak Pecat? "Itu Hak Kepala Sekolah" Jawabnya ... grrrr

1000_guru ‏@1000_guru 3h
Baru Saja menghubungi Kepala Sekolah B.T, beliau mengatakan bahwa alasan pemecatan karena Asnat menerima bantuan tanpa sepengetahuan dia

1000_guru ‏@1000_guru 3h
Menurut kepala sekolah B.T, Asnat "menjual" nama sekolah untuk menerima bantuan. Padahal Asnat Bell kami kunjungi lalu bercerita kisahnya

1000_guru ‏@1000_guru 3h
Kami tegaskan bahwa Asnat tidak bersalah dan jangan dipecat kpd Kepala Sekolah B.T, lalu beliau mematikan handphonenya, tak di angkat lg.

1000_guru ‏@1000_guru 3h
Ini bukan memperjuangkan Asnat Bell saja, tapi ini memperjuangkan keadilan guru-guru honor di NTT, bahkan di seluruh Indonesia.

1000_guru ‏@1000_guru 1h
Kompasiana: Guru Honor yg Gajinya Rp. 50 rb itu Dipecat http://kom.ps/AFOZAp

Asnat Bell seorang guru yg bergaji hanya 50rb/bulan akhirnya di pecat, hanya karena terima sumbangan dana yg digalang oleh akun twitter @1000_guru

Awalnya saya pernah lihat admin @1000_guru ada membuat cerita tentang sang guru di blognya, lalu mendapatkan simpati oleh masyarakat dan masyarakat mulai memberi sumbangan.

Lalu tadi pagi (31/07/2013) saya ada baca2 tweet @1000_guru bahwa Asnat Bell telah di pecat, selengkapnya bisa lihat di timeline nya @1000_guru

sungguh miris dan tidak adil ya, hanya karena menerima sumbangan yg tidak seberapa membuat ia di pecat, padahal ia sudah mau bekerja dengan gaji hanya 50rb/bulan selama bertahun2.

update dari kompasiana:
http://sosok.kompasiana.com/2013/07/...at-581106.html

Quote:Guru Honor yang Gajinya Rp. 50 Ribu Itu, Telah Dipecat
REP | 31 July 2013 | 08:59 Dibaca: 1260 Komentar: 15 8

Semua hingar-bingar masyarakat urban pasti tiak tahu tentang hal ini. Para Kompasianerpun saya rasa demikian. Di daerah yang nun jauh di sana. Di bagian terselatan Indonesia. Tepatnya disebuah pulau timor, NTT. Adalah seorang guru yang telah mengabdi selama sepuluh tahun. Namanya Ibu Asnat Bell. Pengabdiannya pada sekolah tersebut ternyata hanya dihargai dengan Rp. 50.000 per bulan. Sebuah angkah rupiah yang bagi orang kota hanya bisa membeli pizza satu porsi.

NTT itu ibarat anak nusantara yang dilupakan. Semua “Cap” buruk diberikan pada Propinsi yang dibentuk pada tanggal 22 desember 1958 itu. mulai dari termiskin, terkorup, terbelakang, tertinggal, terluar dan masih banyak ter- yang lainnya. Demikian juga dengan pendidikan anak bangsa dan para pengajarnya. Adanya berita tentang hal ini, baru diketahui setelah diberitakan melalui media sosial oleh Tim Seribuguru.

Selanjutnya untuk diketahui lebih dalam bahwa Asnat Bell, seorang wanita berusia 44 tahun, yang sudah sepuluh, saya ulangi lagi, sepuluh tahun mengabdi di SD GMIT NUNUHENO di Desa Telukh, Kecamatan Amanuban Timur. Beliau sebagai wali kelas, mengajar dari pagi sampai siang. Sekitar lima jam sehari selama enam hari seminggu sepanjang bulan, sepanjang tahun dan hanya diberi honor sebesar Rp. 50.000 setiap bulannya. Memang sejak diberitakan itu, gajinya dinaikan menjadi Rp. 100.000

dan kemarin, guru tersebut telah dipecat oleh kepala sekolahnya. Alasannya sederhana. Ia telah menerima bantuan dengan mengatasnamakan sekolah, padahal sekolah sendiri tidak mengetahuinya. bantuan tersebut berasal dari Tim seribuguru. Dugaan saya, Ia dipecat karena pihak sekolah takut media atau pihak tertentu mengusut dana BOS yang diberikan.


kisah tentang Asnat Bell:
http://guruditiru.blogspot.com/2012/...ejahteran.html

dan jg pernah di muat di kaskus oleh id seribu guru : https://www.kaskus.co.id/post/5178c3...346aa361000008

Quote:Original Posted By seribuguru â–º

Asnat Bell di Depan Kelas dan Murid-Muridnya

Asnat Bell didepan rumah dinasnya yang terbuat dari bebak, hanya 2 ruangan

Perjuangan Asnat Bell, Guru Honor Pedalaman NTT

Asnat Bell mengajar selama 7 jam setiap harinya, mengajar 9 mata pelajaran di kelas 1. Sejak mengajar dari Tahun 2002 hingga sekarang, gaji yang terima pun hanya 50 ribu perbulan, gajinya turun kadang 3 - 4 bulan. Dengan 50 ribu gajinya sebagai guru honor di SD terpencil ini, Asnat bell juga harus menghidupi 3 orang anaknya dan keluarganya. Ditambah lagi dengan keadaan geografis tanah di Amanuban Timur ini yang kering, dingin, dan susah air, membuat pertanian tidak bisa tumbuh. Asnat Bell hanya lulusan SMA, bersama teman-temannya mengajar di SD GMIT mulai tahun 2002, kini hanya dia saja yang bertahan, temannya berhenti. Karena hati dan panggilannya mengajar, untuk mengentaskan kebodohan dan kemiskinan membuat dia tetap mengajar di Sekolah ini.

Selama bertahun-tahun mengabdi dan mengajar, Asnat Bell jauh dari pengangkatan menjadi seorang Guru PNS, kenapa? Karena kebijakan sekolah, seorang guru yang akan jadi PNS harus melanjutkan ke jenjang pendidikan keguruan, minimal D3, Asnat Bell hanya SMA. Pengorbanannya mengajar selama 10 tahun tidak berarti apa-apa, ternyata syarat menjadi PNS itu ijazah pendidikan keguruan.

Di desa Ini, banyak anak-anak yang putus sekolah, walau sekolah gratis, kemiskinan membuat anak-anak membantu ortunya bekerja daripada sekolah. Di sekolah ini ada 4 guru honor dan 3 PNS, tentu yang PNS adalah kepala sekolahnya, sejak teman-temannya mengundurkan diri, sekolah ini kosong Asnat bell tetap mengajar, walau gaji sangat tidak memadai, pengemis di Jakarta lebih besar penghasilanya dari pada gaji honor Asnat Bell. Asnat bell mengajar 7 sehari, selama 26 hari, 182 jam, gaji yang dia dapat 50 ribu sebulan, perjam Asnat Bell hanya di hargai 277 perak Pengemis di kota-kota besar sekali lampu merah bisa dapat 1000 rupiah, miris, gaji guru honor lebih sangat tidak manusiawi, kemana dana BOS? Bagaimana Bisa anak-anak NTT menjadi setara dengan anak-anak di pulau Jawa? kalau kesejahteraan guru tidak diperhatikan. Bagaimana mau mengajar yang baik kalau guru harus berfikir keras untuk memenuhi kebutuhannya, tidak akan fokus mengajar, banyak yang dipikirkan.

Asnat Bell masih berharap, semoga tahun ini dia menjadi PNS, di tahun ke-11 dia mengajar, semoga pemerintah mengangkat dia menjadi PNS. Masih banyak Asnat Bell -Asnat Bell di Pedalaman NTT ini, mereka mencoba memberikan pengajaran, agar anak-anak NTT dapat membangun desanya, daerahnya. Semoga kisah ibu Asnat Bell dapat menginspirasi kita, dan pemerintah menjadi peduli dengan Indonesia Timur.

Ia tidak mengeluh
Ia tidak pernah menyesali nasibnya
Ia tidak pernah meminta kepada Tuhan untuk merubah nasibnya
Ia hanya ingin membuat anak-anak di NTT memiliki bekal ilmu yang akan mereka pakai untuk kedepannya....

Salam,

@1000_guru




Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/51f897d41bcb171f5e000002

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2014. Kaskus Hot Threads - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger