Home » » Pelajaran PPKn yang Sering Terlupakan

Pelajaran PPKn yang Sering Terlupakan

Written By demi anak on Minggu, 27 Oktober 2013 | 13.45



HT #15


Masih inget pelajaran PPKn dong?


Kayaknya semua yang sekolah di Indonesia pasti pernah dapet pelajaran yang satu ini. Namanya ganti-ganti sih, pernah PMP, terus jadi PPKn, terus sempet berubah lagi jadi PKn, terus gak tau sekarang namanya apa. Masih ada gak sih? Nah, jadi ceritanya PPKn ini adalah pelajaran yang mau mengajarkan kita bagaimana menjadi warga negara yang baik. Bagus kan maksudnya. Sayangnya, kayaknya sekarang inti dari pelajaran ini sendiri udah dilupakan. Berikut adalah 4 hal dari pelajaran PPKn yang sudah dilupakan orang:

TENGGANG RASA
Quote:Tenggang rasa berarti dapat ikut menghargai perasaan orang lain. Artinya kamu mikirin perasaan orang lain dan gak berbuat seenaknya.
Quote:Contoh di Pelajaran PPKn: Contoh yang paling gampang adalah tidak menyetel musik keras-keras di malam hari karena akan mengganggu tetangga.
Quote:Kenyataannya Sekarang: Makin banyak yang ngadain acara di jalan sampe nutup-nutup jalan dan tentunya tidak peduli dengan kenyamanan orang-orang di sekitarnya. Tidak jarang acaranya baru besok tapi nutup jalannya udah dari malam sebelumnya.

TOLERANSI
Quote:Toleransi adalah sebuah sikap toleran atau dengan kata lain saling menghormati satu sama lain.
Quote:Contoh di Pelajaran PPKn: Membiarkan teman yang beragama lain untuk beribadah.
Quote:Kenyataanya Sekarang: Membiarkan teman beragama lain beribadah? Hahahaha.

MUSYAWARAH
Quote:Musyawarah untuk mufakat berarti sebuah keputusan diambil dengan cara bermusyawarah dengan tujuan agar mendapatkan hasil yang terbaik bagi semua orang.
Quote:Contoh di Pelajaran PPKn: Membicarakan pembangunan balai desa bersama-sama, dengan tujuan agar balai desa ini bisa disetujui dan digunakan oleh seluruh masyarakat.
Quote:Kenyataannya Sekarang: Seperti yang Marzuki Alie bilang, rakyat mah gak usah diajak ngomong soal bangun-bangun gedung.

MENDAHULUKAN KEPENTINGAN UMUM
Quote:Sudah cukup jelas yah dari namanya. Ini berarti kamu harus mendahulukan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi.
Quote:Contoh di Pelajaran PPKn: Kalo mau ada pelebaran jalan, kamu harus merelakan lahan rumah kamu untuk digusur, demi kepentingan umum! Ya ampun warga negara yang baik banget!!
Quote:Kenyataannya Sekarang: Sekarang mah lebih penting renovasi WC 2 milyar, parkir 3 milyar, dan ruang rapat 20 milyar sih dibanding bangun alat transportasi yang memadai, betulin jalan, atau apalah yang bisa bikin masyarakat seneng.
Kalo begini sih namanya rugi udah sekolah lama-lama. Balik lagi ke sekolah gih.

Quote:Tambahan dari kaskuser
Quote:Original Posted By jack5on5 â–º
Iya gan ini bagus banget sbnrnya PPKn itu..
Dulu pas skul temen ane yg skul di luar negeri nyeletuk "Ngapain sih di Indo ada pelajaran PPKn segala"
Sebagai WNI yang baik ane bela2in tuh PPKn : Itu penting lah untuk menjalin persatuan dan persaudaraan soalnya Indonesia kan suku bangsanya banyak dan majemuk".
Tapi sekarang ane juga miris liat keadaan negeri ini 2
Reformasi yang digadang2 sebagai pembaruan tidak lebih baik dari Orde Baru.
Banyak jg anak2 skrg ga hafal Pancasila, ga bisa nyanyi Indonesia Raya..mau jadi apa negara ini kl dasar2 negara ky gt aja dah dilupakan dan dijadikan guyonan 2
Sebenarnya ada beberapa faktor penyebab kenapa PPKn ini dilupakan :
1. Faktor Krisis
Bukankah kita udah bangkit dr krisis ekkonomi thn 1998 lalu? Ya secara kasat mata dan ekonomi makro mungkin benar tp lihatlah kenyataan di lapangan masih banyak yang miskin dan pengangguran meningkat. Krisis itu juga tidak hanya ekonomi tapi juga moral, sosial, budaya, politik dan kepercayaan terhadap pemerintah.
2. Faktor Pertambahan Penduduk
Bikin anak itu emang enak sih gan...:Peace
Sekarang ga ada KB banyak orang yg kembali ke masa lalu punya anak banyak2. Karena punya banyak anak ortu terfokus 90% untuk kerja menafkahi anak2 mereka sehingga perhatian terhadap anak2nya dikit banget dan perhatian ini juga termasuk memberikan pendidikan yang terkandung dalam PPKn. Lebih jauh lagi anak2 mereka juga banyak yg menjadi pengamen,pengemis, tukang palak dll sekedar untuk cari makan karena ortunya sendiri susah. Ingat keluarga adalah pendidikan pertama dari anak.
3. Faktor Sistem Pendidikan yang salah
Dengan alasan tuntutan jaman dan bersaing dengan luar negeri dan dsbnya pendidikan kita dikorbankan. Pendidikan kita difokuskan kepada matematika, fisika, kimia dengan alasan2 itu. Sebenarnya tidak salah tp lihatlah kenyataannya sekarang. Orang-orang yang pintar dan berpendidikan tapi tidak bermoral mengacaukan negara ini. Kita selalu dididik jadi orang pintar (ga pake minum tolak angin ya..hehehe) tanpa memperhatikan bagaimana perilaku dan moral. Padahal sebagaimana kita ketahui org pinter belum tentu sukses malah orang bejo yang sukses (kok malah promosi obat masuk angin sih..) Semua itu harusnya berimbang antara moral, perilaku dan kecerdasan. Masih banyak juga rakyat yang tidak mendapat akses pendidikan terutama karena kemiskinan. Ini ada kaitannya dengan pertambahan penduduk itu tadi. Pendidikan itu seharusnya membebaskan jiwa dan bukan menjadikan anak2 kita seperti pekerja.
4. Faktor Keterbukaan Informasi
Ini ada baiknya tp juga ada buruknya karena dengan keterbukaan informasi kita jadi tau kelakuan2 bejat dan tindakan2 koruptif pejabat2 kita
Bahkan tindakan2 bejat tak bermoral itu juga merembet ke para penegak hukum. Udah tau era keterbukaan informasi ya harusnya pejabat2 kita dan aparat2 keparat itu harusnya menjaga kelakuan dan perilaku. Karena inilah kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan negara turun drastis.
5. Faktor Ketidaktegasan
Nah ini nih...males ane jelasin panjang lebar agan2 dah tau sendiri lah coba waktu jaman Orde Baru dah ilang ente dikarungin kalo jadi preman. Lihatlah sekarang ini kriminalitas merajalela. Perampokan, pemerkosaan, tawuran pelajar, tawuran preman dll.
6. Faktor Korupsi yang merajalela
Dah tau sendiri ah..males jelasin..

Ane bukan berarti membela Orde Baru atau barisan sakit hati Orde Baru. Tapi yang ane tekankan disini itu ga semua produk atau program Orde Baru itu jelek. Ada juga yang bagus2nya yang harus tetap dipertahankan. Yang jelek2 itu yang harus dihapuskan.

Sekian omelan ane semoga agan betah bacanya


Ayo kita kembalikan budaya Indonesia gan, g usah muluk2 yang lain dah

Tambahan, aplikasi yang bisa dilakukan agan/wati kaskuser
Quote:Quote:Komenlah untuk menghargai mata yang sudah membaca trit ini, untuk menghargai otak yang sudah mencerna trit ane, dan untuk menghargai Tuhan yang telah menciptakan itu semua, so coment please




Trit ini didukung oleh

Klik Banner Untuk Berkunjung ke Markas Kami




Klik gambar untuk berkunjung ke trit berkualiatas ane yang lain

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/50ed297be674b4ff70000006

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2014. Kaskus Hot Threads - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger