Home » » Ambil Hikmah di Balik Bencana Lumpur Panas Lapindo

Ambil Hikmah di Balik Bencana Lumpur Panas Lapindo

Written By demi anak on Kamis, 27 Februari 2014 | 20.04








Spoiler for TAK ADA REPOST DI ANTARA KITA :D:

Quote:SEKAPUR SIRIH

Assalamualaikum , sebelum nya terimakasih terhadap pihak KASKUS dan jajaran petinggi REGIONAL SIDOARJO yang telah mengadakan THREAD EVENT REGIONAL ini yang bersifat saling mengangkat REGIONAL masing-masing , di sini TS membuat sebuah thread tentang "SISI POSITIF KEBERADAAN LUMPUR PANAS LAPINDO" dengan alasan objektif bahwa selain sisi negatif,sisi positif selalu ada dan mendampingi di sebuah musibah skala nasioanal ini . TS akan berusaha untuk me-explore semua pembahasan yang di ambil dari berbagai sumber terpercaya . Jika ada salah kata TS mohon maaf . selamat membaca



(keadaan lokasi yang terkena musibah lumpur panas lapindo )


Quote:Quote:POSITIF 1 : Bakteri Antikanker dalam Lumpur Panas

bencana lumpur Sidoarjo itu sesungguhnya membawa berkah bagi manusia di bumi ini. Lumpur panas yang merupakan material darigunung api purba ini mengandung beragam manfaat, di antaranya sebagai bahan urukan dan bahan bangunan. Selain itu, diketahui pula terdapat kandungan unsur selenium (Se) dalam lumpur.Keberadaan unsur ini menjadi perhatian mengingat khasiatnya sebagai bahan antikanker.

Spoiler for UNSUR SELENIUM (Se):

Bukan itu saja, dalam material panas itu ternyata ada bakteri yang malah hidup nyaman di dalamnya, dinamai bakteri termofil. Mikroba ini senang bermukim di lingkungan air yang sangat hangat karena mendapat kelimpahan makanan yang tak lain adalah unsur selenium.Dr Novik Nurhidayat, peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), memiliki keyakinan itu berdasarkanpenelitiannya selama ini di beberapa kawasan vulkanis di Indonesia.Bakteri penyerap selenium ini ditemukan Novik selama dua tahunmenjelajahi sumber air panas di Gunung Kerinci-Seblat Sumatera dan Dataran Tinggi Toraja di Sulawesi, serta Gunung Rinjani di Pulau Lombok,juga hasil survei ke Cibodas-Bogor Bali dan yang terakhir ke lokasi lumpur panas lapindo.

Spoiler for BAKTERI TERMOFIL:

Riset tersebut bertujuan untuk mencari sumber bahan aktif dan senyawa obat dari mikroba dan tumbuhan herba yang hidup di sana untuk mencegah dan mengobati kanker. Berbagai jenis bakteri termofil tentunya akan banyak ditemukan di Indonesia termasuk di lumpur lapindo, sebagai wilayah yang memiliki gunung berapi terbanyak di dunia. Keberadaan bakteri ini ditunjang oleh limpahan selenium di permukaan bumi sebagai akibat luapan magma pada masa lalu di daerah tersebut.

Selenometionin (Se) akan mengurangi berkembangnya sel kanker dan memperbaiki sel rusak. Dengan begitu, daya imunitas naik dan tubuh terlindung dari infeksi virus dan serangan gen mutan penyebab kanker. Selenium termasuk salah satu elemen esensial yang terikat dalam berbagai protein fungsional pada tubuh seperti pada sistem hormonal, imunitas, reproduksi, pembuluh jantung, dan mekanisme membunuh sel ganas secara terprogram (apoptosis). Karena itu, hasil penelitian epidemiologi menunjukkan, individu dengan diet selenium rendah lebih besar risikonya terkena berbagai tipe kanker.

Spoiler for SEL KANKER:


Quote:Quote:POSITIF 2 : Batu Bata Untuk Bahan Bangunan

Spoiler for BATU BATA LUMPUR:


JAKARTA, Portaljatim.com- Bencana lumpur Sidoarjo tahun 2006 membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Sampai hari ini, limbah lumpur tersebut masih terus menumpuk. Masyarakat yang terkena imbas juga masih tinggal di perkampungan pengungsi yang kurang layak dan terus membutuhkan bantuan untuk memperbaiki hidup.

Seorang arsitek dan juga peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh November, Vincentius Totok Noerwasito, tergerak untuk melakukan penelitian soal lumpur tersebut. Ia coba melihat manfaat apa yang bisa diambil dari material yang ada. Selama tiga tahun melakukan penelitian, Totok menemukan limbah lumpur Sidoarjo dapat diolah jadi batu bata untuk bahan bangunan.


"Meskipun berasal dari limbah bencana, tapi batu bata ini sangat aman digunakan untuk membangun rumah atau bangunan lainnya karena telah dicampur dengan materi lainnya seperti semen dan kapur. Proses pembuatannya juga lebih ramah lingkungan karena dibuat tanpa proses pembakaran, tidak merusak hutan dan lingkungan sekitar," katanya.

Setelah temuan ini, Totok dan relawan mulai aktif melakukan pelatihan ketrampilan membuat batu bata pada masyarakat korban bencana. Hari ini, kampanye ‘House of Mud’ yang digagasnya juga resmi diluncurkan. Tujuannya agar korban lumpur Sidoarjo bisa hidup lebih mandiri dengan mengambil manfaat dari limbah di sekitar mereka.


"Melalui kampanye ini, kami berusaha melihat sesuatu dari sisi yang lain. Banyak sekali kerusakan akibat semburan lumpur yang seharusnya dapat direnovasi atau dibangun kembali dengan menggunakan bahan batu bata ini," terangnya.

Di samping itu, Totok juga berharap agar masyarakat korban bencana dapat melihat sisi lain yang lebih positif dari musibah ini. "Lewat keterampilan tambahan dari pelatihan yang diberikan, diharapkan mereka dapat membuat sebuah usaha batu bata sendiri dan mensejahterakan diri mereka sendiri," pungkasnya.


Untuk menjalankan kampanye ini, ‘House of Mud’ juga menghimpun dana dari masyarakat untuk kelanjutan kegiatan relawan dalam melakukan sosialisasi dan membangun fasilitas umum yang rusak di desa bencana dengan menggunakan bahan batu bata lumpur Sidoarjo.

"Uang yang terkumpul akan digunakan untuk keperluan pelatihan ketrampilan pembuatan batu bata dan membangun sebuah balai desa di Desa Dayurejo. Tempat itu nantinya akan dijadikan rumah percontohan agar masyarakat di Sidoarjo bisa ikut memanfaatkan limbah lumpur sebagai bahan bangunan," ungkap Totok



Quote:Quote:POSITIF 3 : Bahan Baku Pembuat Dry Cell Battrey

Tim Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengembangkan pembuatan baterai sel kering (dry cell battery) dari bahan baku material lumpur Lapindo di Sidoarjo.“Tragedi meluapnya lumpur panas di Sidoharjo Jawa Timur tahun 2006, yang sampai sekarang masih aktif itu membuat tumpukan material menggunung. Fenomena keluarnya lumpur dari perut bumi yang tak kunjung berhenti itu sekarang dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat wisata,” kata Aji Christian Bani Adam, Jumat (3/8) di ruang Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, kampus Sekaran.

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) itu mengemukakan, selama ini material lumpur Lapindo yang menggunung itu hanya dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai batu, genting, dan lukisan.

“Setelah kami teliti ternyata lumpur lapindo memiliki kadar garam sangat tinggi yakni mencapai 40 persen dan juga mengandung berbagai jenis logam,” kata Aji.


“Saya bersama ketiga teman yakni Umarudin dari FMIPA, Oki Prisnawan Dani dari Fakultas Ekonomi dan Yoga Pratama dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes kemudian serius melakukan penelitian. Kami sudah melakukan penelitian tujuh bulan lalu dan sekarang masih berlangsung untuk mengembangkan pembuatan baterai kering,” katanya.

Aji juga menuturkan, baterai kering ini diberi nama “LUSI CELL”. LUSI kepanjangan dari Lumpur Sidoarjo karena masyarakat sekitar lokasi di sana kebanyakan menyebutnya lumpur Sidoarjo. Hanya sebagian kecil masyarakat yang menyebut lumpur Lapindo.Proses pembuatannya, Aji memaparkan, masih dengan cara manual yakni dengan memanfaatkan selongsong baterai bekas yang sudah tidak terpakai kemudian isinya diganti dengan lumpur Lapindo.

“Tentu melalui proses terlebih dahulu, yaitu lumpur Lapindo diektrasi, logam yang terkandung meliputi mangaan, merkuri, dan sebagainya kemudian dicampur dengan bahan-bahan kimia terus dijadikan cel kering,” katanya.

Aji mengatakan, walaupun dikerjakan secara manual untuk menyelesaikan satu buah baterai ukuran 1,5 volt hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit saja. “Sampai saat ini kami sudah memproduksi 20 buah baterai,” katanya.


Spoiler for LUSI BATTREY:

Dia menegaskan, baterai ini dijual seharga Rp3.000 per buah, namun jika membeli satu paket berisi empat baterai hanya menghargai tenaga kami sebesar Rp10.000. Setiap pembelian satu paket kami donasikan 1 kg beras kepada korban lumpur Sidoarjo,” katanya sambil berkata ini untuk pengabdian kepada masyarakat.

Aji menambahkan, penelitian tentang LUSI CELL ini meraih juara II pada kompetisi Technopreneurship 2012 yang diselenggarakan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) di Banten beberapa hari yang lalu. Juara I diraih Universitas Indonesia (UI), dan juara III Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes Prof Masrukhi berharap karya-karya mahasiswa seperti ini bisa mengimbas kepada mahasiswa lain khususnya di Unnes. “Mereka harus berkarya dan ikut berprestasi karena sadar bahwa mereka adalah calon-calon masa depan bangsa,” paparnya.

“Saya rasa kalau penemuan ini nanti bisa di kembangkan lebih jauh oleh investor yang peduli, akan sangat bermakna karena lumpur Lapindo itu sangat murah. Dan yang menarik adalah pola pemasarannya yakni setiap orang membeli 1 pak berisi 4 baterai LUSI berarti juga menyumbangkan 1 kg beras. Bisa dibayangkan jika temuan ini laku keras dipasaran maka masyarakat korban Lapindo akan mendapat suplai beras yang begitu lumayan besarnya,” kata Prof Masrukhi.



Quote:Video HOUSE OF MUD (LUMPUR PANAS LAPINDO)




Quote:Apa Kata TS

Semoga PEMDA bisa membantu peningkatan ide ide kretif pemanfaatan lumpur lapindo dan memberikan pelatihan pelatihan secara gratis kepada korban korban bencana lumpur lapindo ini . Sisi Positif di atas akan terus TS pantau dan Update , monggo jika ada saran dan kritik yang kontruktif . matur nuwun



Quote:Sumber

SUMBER 1

SUMBER 2

SUMBER 3





Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/52ef374fbdcb1704488b4584

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2014. Kaskus Hot Threads - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger